Menterjemahkan antar muka itu penting

Dalam pembangunan situs yang berbasis CMS drupal hal pertama adalah user dapat mengerti bahasa yang digunakan dalam sebuah situs web. Disinilah sebenarnya kekuatan drupal yang tidak dimiliki CMS lainnya namun terkadang pengguna drupal di Indonesia sangat mengabaikannya. Ambilah contoh CMS lainnya jika ingin menterjemahkan maka kita harus membayar lebih dari itu, seperti WordPress dengan WPML dan ExpressionEngine dengan language modular yang sangat mahal harganya.

Terjemahan antar muka

Terjemahan antar muka bisa di bilang translate Interface, inilah hal terpenting bahkan situs besar manapun dan applikasi manapun sangat memperhatikan ini. Ambilah contoh pengguna awam yang datang ke sebuah situs dengan menu navigasi Home.

Tidak semua user dapat mengerti apa itu Home, apa itu front dan apa itu contact us. Alangkah baiknya semua point dan bahasa kita terjemahkan sesuai dengan situs kita. Karena jika situs berbahasa indonesia maka semua element harus menggunakan bahasa Indonesia. Maka yang terjadi adalah:

  1. Home menjadi beranda
  2. contact us menjadi hubungi kami
  3. front menjadi depan

Mungkin tidak semua tetapi alangkah baiknya kita memulainya dari sekarang. Dan drupal sudah menyediakan fasilitas itu secara gratis.

Cara menterjemahkan di drupal

Berikut adalah tips sederhana bagaimana cara menterjemahkan situs dengan basis drupal ke dalam bahasa indonesia. Cara ini tidak terlalu teknis karena anda tidak perlu mengetahui coding fengan file .po dan .mo. Mungkin kedepannya kita akan membahas bagaimana menggunakan poedit. Disini saya akan memberikan gambar dengan petunjuk, saya memberikan contoh di drupal 7.

  1. Langkah pertama adalah mendownload file terjemahan Indonesia di sini: http://localize.drupal.org/translate/languages/id

    file tersebut adalah file dengan ekstensi .po

  2. Langkah berikutnya adalah kita mengaktifkan module locale dan languages seperti yang terlihat dalam gambar di bawah

  3. Kemudian kita pergi kebagian configuration, lalu klik translate interface

  4. Setelah mengklik translate interface maka kita akan di bawa ke halaman translate interface. Disini anda hanya perlu mengimport file .po yang sudah anda download di http://localize.drupal.org/translate/languages/id. Silahkan ikuti petunjuk gambar dibawah.

  5. Langkah selanjutnya anda perlu ke halaman configuration

    1. Klik configuration
    2. Klik languages

  6. Didalam halaman ini anda dapat melihat bahwa file .po sudah terupload maka anda hanya perlu menentukan default bahasa situs anda.

  7. Selesai

Mengapa terjemahan antar muka ini sangat penting?

Terjemahan antar muka sangat membantu user dalam hal apapun baik itu accesibility, memahami content website dan juga dari segi usability website. Jika website anda berbahasa Indonesia maka ada baiknya semua berbahasa Indonesia karena sudah jelas jika anda membangun website dengan bahasa Indonesia pengunjung dan target visitor anda pun dari Indonesia.

Sekian bahasan yang sangat singkat ini semoga berguna dan bermanfaat, silahkan merasa bebas dengan komentar kritik serta saran jika ada kekurangan dalam artikel ini.

Komentar

Avatar Widodo Wirawan

terimakasih tulisannya,
meski beberapa terjemahan indonesia agak aneh bahasanya, hehehe...
dan saya perhatikan untuk beberapa terjemahan tidak bisa diedit dari antarmuka terjemahan, meski mengedit melalui misalnya field, edit, bahkan di file-file tpl.

o, iya, bagaimana cara untuk menimpa/mengoreksi terjemahan secara sekaligus, tetap harus melalui file .po itu ya?

Avatar PahlawanWeb

Saya lebih menggunakan software poedit.
dengan penyesuaian string dan lebih mudah. seperti _x, __, _n dan lainnya ketimbang langsung di back end.

Dengan poedit kita bisa menyimpan file .POT .po dan .mo untuk bisa di translate kembali sesuai string yang ada dan textdomain yang ada. Dan yang di butuhkan memang hanya .po untuk importing.

Poedit lebih mudah, lebioh riungkas dan lebih tertata string yang akan kita translate di bandingkan langsung di back end. Begitupun dengan modular yang ada lebih mudah dengan poedit.

Avatar Widodo Wirawan

wah, ada yah aplikasinya, thanks ya mas...

selama ini saya masih manual di back end, dan karena sering diedit, kemudian diekspor ke po, jadi bingung ketika mau diimpor kembali ke web drupal lain, bingung kebanyakan file po, hehe....

Avatar fajar

Saya selalu mengabaikan soal ini, tp setelah di Indonsiakan menjadi agak aneh.. mungkin krn blm terbiasa

Avatar Nur-sd

Subscribe

Avatar madoen

Untuk melengkapi kebutuhan diatas, saya biasa menambahkan module Internationalization dan Localization update. Internationalization berfungsi untuk menambah fasilitas penerjemahan seperti terjemahkan blok, cck, menu dll. Sedang Localization update melakukan penerjemahan otomatis pada setiap module contrib yg kita gunakan.

Avatar wismoyo

Yupp, setuju sekali dengan agan atas ane.. selain dengan metode (boleh dikatakan manual), kita bisa juga melakukan penerjemahan dan pembaruan terjemahannya dari server pelokalan di http://localize.drupal.org/ secara otomatis dengan menggunakan bantuan modul Localization Update diatas.

Dan ditambah dengan menggunakan modul Localization client, kita dapat turut serta berkontribusi melakukan penerjemahan atau sekedar menterjemahkan bagian-bagian yang mungkin terlewat belum tersedia terjemahannya.

">Honeypot