Prinsip Dasar Commerce dengan modul commerce pada Drupal ver 7
Dari beberapa literatur yang saya baca ternyata pembuatan content untuk commerce ada 2 lapis. Lapis yang pertama ada pada penggunaan modul commerce. Lapis yang kedua ada pada penggunaan modul utama drupal yang berkenaan dengan pembuatan content type. Penyebutan lapisan pertama dan kedua memang begitu, maksudnya dahulukan penuntasan penggunaan modul commerce, setelahnya pembuatan content type. Ini disebabkan, pada saat pembuatan content type, harus menyertakan field yang berhubungan dengan hasil dari olahan modul commerce. Jadi akan terjadi proses bolak balik kalau yang di dahulukan adalah urusan pembuatan content type, karena sesudah urusan dengan modul commerce selesai, harus kembali membuka field management (manage field maksudnya), milik content type, untuk menghidupkan field dari olahan modul commerce.
Demikian artikel singkat ini dibuat, yang sebenarnya saya jadikan catatan pribadi saya. Untuk detail commerce dapat di tanyakan kepada anggota yang lain (maklum asa ketik....)
Comments
Commerce memang di-split jadi
Commerce memang di-split jadi 2, yaitu pengisian produk, dan content type untuk menampilkan produk, tujuannya agar lebih fleksibel dalam pengembangan website lebih lanjut, tetapi karena pola pikir yang sangat abstrak ini, maka sangat sulit untuk client awam memahami alur kerja Drupal Commerce, memang Commerce sangat-sangat fleksibel dengan dukungan rules, dan pemisahan antara produk dan tampilan produk, tetapi user pada umumnya mau fitur yang simple dan siap pakai. Jadi untuk Commerce cocoknya untuk toko online dengan kompleksitas tinggi, sedangkan Ubercart untuk toko online yang lebih sederhana.
Seharusnya kalau masuk di
Seharusnya kalau masuk di artikel, tulisannya bisa lebih mendalam lagi. Kalau sekedar ulasan ringan untuk berdiskusi lebih cocok masuk ke forum. Aaaahhg sy juga belum bisa bikin artikel... :(